Kamis, 06 Juni 2013

KETRAMPILAN BERPIKIR (THINKING SKILL) ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

KETRAMPILAN BERPIKIR (THINKING SKILL)
ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR
Oleh
Evi Trisni Budi Utami


               




KATA   PENGANTAR

            Puji dan  syukur  patut  kita  panjatkan  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa  oleh  karena  bimbingan  dan  petunjuk – Nyalah  sehingga tulisan ini dapat diselesaikan.

Karya tulis  ini  dibuat  sesuai  dengan  kaidah-kaidah  yang  ada  pada penulisan ilmiah   yang  terdiri  dari  Pendahuluan , Pembahasan, Kesimpulan dan Saran . Karya tulis ini mengulas tentang keterampilan berfikir (Thinking Skill) yang merupakan orientasi baru dalam Psikologi belajar.

            Dalam  membuat karya tulis  ini , penulis  banyak  mendapatkan  bantuan  dari  berbagai  pihak .Oleh  karena  itu   penulis  menyampaikan  terima  kasih  yang  sebesar  - besarnya  kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesainya karya tulis  ini.  Harapan  Kami , semoga  tulisan  ini  dapat  bermanfaat  bagi kita semua.
             
              Tak  ada  gading  yang   tak  retak , begitupun   penyusunan  makalah  ini  masih  sangat  jauh  dari  kesempurnaan  oleh  karena  itu  saran  dan  kritikan  dari  semua  pihak  yang  sifatnya  membangun  sangat  penulis  harapkan.

              Dan  sebagai  hamba  Allah  yang  lemah  tentu  penulis  berharap  supaya  segala  bantuan  dari  berbagai  pihak  hanya  Allah  SWT  yang  dapat  membalasnya  dengan  pahala   yang   berlipat  ganda . Amin.


Samarinda,  September 2012
            Penulis



DAFTAR  ISI

                                                                                                                  Halaman
Sampul Judul ............................................................................................. i
Kata Pengantar ......................................................................................... ii
Daftar Isi ................................................................................................... iii
 I.       PENDAHULUAN
          A.      Latar Belakang ......................................................................... 1
          B.      Rumusan Masalah ....................................................................  1 
          C.      Tujuan Penulisan .....................................................................   2
          D.      Manfaat Penulisan ...................................................................  2
 II.      PEMBAHASAN
A.    Pengertian
    1.Pengertian Ketrampilan dan Berpikir ……………………....  3
    2.Ciri-Ciri kemampuan berpikir ……………………………...  4
    3.Faktor-faktor yang mempengaruhi ........................................  5
B.     Jenis-jenis berpikir
    1.Berpikir Kreatif……………………………………………  7
    2.Berpikir Kritis……………………………………………..   8
 C.     Pendekatan Kemampuan Berpikir
    1.Mengajar untuk berpikir …………………………………... 11
    2.Mengajar tentang berpikir………………………………..... 11
    3.Mengajar mengenai berpikir ……………………………....  11
 III.    KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan ................................................................................. 12
B.     Saran .........................................................................................  13
 Daftar  Pustaka ......................................................................................  iv


BAB  I
PENDAHULUAN

A.      Latar  Belakang  

Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan.

Sejak dahulu dari generasi ke generasi, walaupun berawal dari sesuatu yang sederhana, sesungguhnya pendidikan sudah ada. Pengetahuan, pemahaman dan pengalaman tentang pendidikan senantiasa perlu dipersegar dan diperkaya, mengingat ilmu, konsep tentang pendidikan adalah hasil pemikiran manusia yang bersifat dinamis, berubah – ubah karena pengaruh situasi dan kondisi kehidupan umat manusia pada umumnya.
 Mengasah ketrampilan berpikir merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting dalam membangun pilar belajar yang bernilai untuk membangun daya kompetensi bangsa dalam meningkatkan mutu produk pendidikan.
Kemampuan berpikir merupakan kecakapan mengolah pikiran untuk menghasilkan ide-ide baru agar produk bangsa ini tidak kalah oleh produk bangsa lain.

B.      Rumusan   Masalah
          Dari permasalahan di atas, maka permasalahan yang diangkat dalam karya tulis ini adalah
Apakah yang dimaksud dengan ketrampilan berpikir (Thinking Skill) ?

C.      Tujuan   Penulisan
           
          Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberi pemahaman kepada pembaca mengenai pengertian ketrampilan berpikir/Thinking Skill serta hal – hal yang terkandung didalamnya.

 D.      Manfaat  Penulisan

1.  Untuk memudahkan pembaca dalam memahami konsep ketrampilan berpikir/Thinking Skill dalam strategi pembelajaran.
2. Dapat mendorong keinginan pembaca untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang konsep ketrampilan berpikir.
3. Memperkaya wawasan dan memantapkan kepercayaan diri pembaca karena pembaca akan memliki pegangan yang kuat dalam melakukan berbagai  strategi pembelajaran.


BAB  II
KETRAMPILAN BERPIKIR (THINKING SKILL)


A. Pengertian.
      1.      Pengertian  Ketrampilan dan Pengertian berpikir
Pengertian keterampilan menurut Anwar Jasmin (1996: 42) adalah kemampuan fisik dan mental yang secara relatif mudah di praktekan secara terpisah. Keterampilan ialah kegiatan yang berhubungan dengan urat-urat saraf dan otot yang lazimnya tampak dalam kegiatan jasmaniah seperti menulis, mengetik, dan sebagainya.
Proses berpikir  dikelompokkan menjadi 4 yaitu pemecahan masalah, pengambilan keputusan, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Dalam mengembangkan berpikir kreatif diperlukan latihan-latihan dan mempertimbangkan kondisi khas peserta didik.
Berpikir kreatif menurut Presseien (1985:45) adalah menggunakan proses berpikir dasar, untuk menemukan novel, estetik, produk, ide yang membangun yang berhubungan dengan persepsi seperti halnya  konsep.
 Menurut Susianna (2003), perkembangan optimal dari kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam lingkungan pembelajaran berhubungan erat dengan cara guru mengajar. Pola pengajaran dan interaksi yang lebih memberi kepercayaan, penghargaan dan dorongan terhadap kemampuan peserta didik untuk mencari pemecahan masalah dari setiap kasus pengajaran yang dihadapi akan lebih membangkitkan keberanian untuk mencoba, mengemukakan dan mengkaji gagasan atau cara-cara baru yang merupakan benih terciptanya kemampuan kreativitas. Dalam hal ini peran utama pendidik antara lain adalah mengembangkan sikap dan kemampuan peserta didik yang dapat membantu untuk menghadapi persoalan-persoalan dimasa yang akan datang secara kreatif dan inovatif.

2.      Ciri-Ciri Kemampuan Berpikir Kreatif
Menurut Munandar USC (1992: 88-92) terdapat ciri-ciri kemampuan berpikir kreatif diantaranya:
a..>       Keterampilan Berpikir Lancar
 - Definisi : Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan.
- Perilaku siswa : Lancar mengungkapkan gagasan-gagasanya.
b.Keterampilan Berpikir Luwes (Fleksibel)
- Definisi : Menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi.
Perilaku Siswa : Menerapkan suatu   konsep atau asas dengan cara yang berbeda-beda.  
c.Keterampilan Berpikir Orisinil
-  Definisi : Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik
- Perilaku Siswa: setelah mermbaca atau mendengar gagasan-gagasan, bekerja untuk menemukan penyelesaian yang baru.
d.>   Keterampilan Memperinci (Mengelaborasi)
- Definisi : Mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk.
-Perilaku Siswa : menambahkan garis-garis, warna-warna, dan detil-detil (bagian-bagian) terhadap gambarannya sendiri atau gambar orang lain.
e.   >   Keterampilan Menilai (mengevaluasi)
Definisi : Tidak hanya mencetuskan gagasan, tetapi juga melaksanakannya.
Perilaku Siswa : Memberi pertimbangan atas dasar sudut pandangannya sendiri.

3.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Berpikir
Berpikir kreatif tumbuh subur apabila didukung oleh faktor personal dan situasional diantaranya adalah:
a.       Kemampuan Kognitif
Ternasuk kemampuan diatas rata-rata dan fleksibilitas kognitif, cara ini diperoleh dengan mengoptimalkan potensi otak.
b.      Sikap yang Terbuka
Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimuli internal dan eksternal, saat sifat terbuka dimiliki maka banyak informasi dan kesempatan yang dapat kita manfaatkan untuk menjadi kreatif.
c.       Sifat yang bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri
Orang kreatif tidak senang “digiring” ingin menampilkan diri semampu dan semaunya (Nggermanto 2002: 73)
Keterampilan berpikir  adalah keterampilan kognitif untuk memunculkan dan mengembangkan gagasan baru, ide baru sebagai pengembangan dari ide yang telah lahir sebelumnya dan keterampilan untuk memecahkan masalah secara divergen (dari berbagai sudut pandang). Dalam penelitian ini keterampilan berfikir  yang diukur mencakup empat aspek (William dalam Munandar, 1987: 88-91) yaitu: (1) fluency (berpikir lancar), (2) flexibility (berpikir luwes), (3) originality (orisinalitas berpikir), (4) elaboration (penguraian). Untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif ini digunakan tes uraian untuk memperoleh data keterampilan berpikir kreatif sebelum dan sesudah pembelajaran. Secara keseluruhan, aspek dan indikator keterampilan berpikir kreatif yang diukur dalam penelitian ini ditunjukkan pada tabel berikut:


Aspek KBK
Indikator Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa
Fluency
a.aMenjawab dengan sejumlah jawaban jika ada   pertanyaan;
bb.Lancar mengungkapkan gagasan-gagasannya;
cc Dapat dengan cepat melihat kesalahan dan  kelemahan dari suatu objek atau situasi.
 Flexibility
aa. Memberikan bermacam-macam penafsiran terhadap suatu gambar, cerita, atau masalah;
  b.Jika diberi suatu masalah biasanya memikirkan bermacam cara yang berbeda untuk menyelesaikannya;
  c. Menggolongkan hal-hal menurut pembagian (kategori) yang berbeda.
Originality
Setelah membaca atau mendengar gagasan-gagasan, bekerja untuk menyelesaikan yang baru
Elaboration
a.Mencari arti yang lebih mendalam terhadap jawaban atau pemecahan masalah dengan melakukan langkah terperinci
b.Mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain;
c. c. Mencoba/menguji detail-detail untuk melihat arah yang  akan ditempuh.

          Keterampilan berfikir diarahkan untuk memecahkan masalah, dapat dilukiskan sebagai upaya mengeksplorasi model-model tugas pelajaran di sekolah agar model-model itu menjadi lebih baik dan memuaskan. Terkadang model dapat mendorong para pemikir untuk berpikir lebih jauh berdasarkan informasi perseptual yang mantap yang diperoleh dari lingkungannya (Bruner, 1957), dan mampu mengantisipasi hasil-hasilnya tanpa melalui perlakuan mencoba salah .

B.Jenis Berpikir ada dua yaitu :
1)     Berpikir Kreatif
Adalah kegiatan menciptakan model-model tertentu, dengan maksud untuk menambah agar lebih kaya dan menciptakan yang baru.
Ciri-ciri berpikir kreatif, sebagai berikut.
1.    Sangat lancar dalam menjabarkan ide umum ke dalam ide yang spesifik.
2.    Sangat lentur (fleksibel) dalam mengkaji ide dari berbagai sudut pandangan.
3.  Terampil melakukan elaborasi, menambah, dan memperkaya ide menjadi lebih menarik.
4.  Bersifat original dalam menjabarkan ide yang unik.
5.   Menggunakan cara dalam memecahkan masalah.
6.  Suka mempertimbangkan banyak faktor.
7.   Terjamin konsekwenannya.
8.   Menggunakan kiasan (metapor) dalam mencurahkan pikirannya, seperti dalam hal karang mengarang.
9.  Suka membuat daftar atribut dari sebuah pernyataan melalui gambar-gambar tertentu.
10.Suka membuat alat yang berfungsi mngecek ide yang disampaikannya.
11. Suka mempertajam hubungan pengetahuan satu dengan yang lainnya.
12.Suka mengambil resiko dari tanggung jawab yang dipikulnya.
13.Bayangannya kuat, subur ide, dan kaya konsep.
14.Sangat kuat dalam membandingkan sesuatu terhadap yang lainnya.
15.Subur dalam meramalkan aktifitas.
16.Penggambarannya lengkap .
17.Jenis kata (morphologis) yang digunakannya tajam.
18. Mudah menurunkan pertanyaan-pertanyaan.
19. Pertanyaan dan aktifitasnya bersifat terbuka

2)     Berpikir Kritis
Adalah kegiatan menganalisis ide atau gagasan ke arah yang lebih spesifik, membedakannya secara tajam, memilih, mengidentifikasi, mengkaji dan mengembangkannya ke arah yang lebih sempurna.

Ciri-ciri berpikir kritis adalah sebagai berikut.
  Mengenal secara rinci bagian-bagian dari keseluruhan.
  Pandai mendeteksi permasalahan.
  Mampu membedakan ide yang relevan dengan yang tidak relevan.
  Mampu membedakan fakta dengan  pendapat.
Mampu mengidentifikasi perbedaan-perbedaan .
  Dapat membedakan argumentasi logis dan tidak logis.
  Mampu mengembangkan kriteria atau standar penilaian data.
  Suka mengumpulkan data untuk pembuktian faktual.
  Dapat membedakan di antara kritik membangun dan merusak.
  Mampu mengetes asumsi dengan cermat.
  Mampu mengkaji idea yang bertentangan dengan peristiwa dalam lingkungan.
  Mampu mengidentifikasi atribut-atribut manusia, tempat dan benda seperti dalam sifat, bentuk, wujud dan lain-lain.
Mampu mendaftar  segala akibat yang mungkin terjadi atau alternatif pemecahan terhadap masalah, ide dan situasi.
  Mampu membuat hubungan yang berurutan antara satu masalah dengan masalah yang lainnya.
  Mampu menarik kesimpulan dari data yang telah ada dan terseleksi
  Sanggup memberikan pembuktian-pembuktian yang kondusif.

 Keterampilan berpikir berpusat pada dua jenis sumber berpikir, yaitu :
       Sumber Kognitif
Mencakup konsep, keterampilan, pengetahuan dan akal muslihat disamping alat alat verbal yang dibutuhkan. Dalam buku Blagg (1988) Somerset Thinking Skills Course, disingkat STSC, memuat contoh-contoh sumber kognitif berdasarkan konsep, keterampilan, pengetahuan dan alat-alat verbal.
       Strategi Kognitif
Masalah yang dihadapi guru membina siswanya memiliki pengetahuan dan keterampilan strategi adalah bagaimana membina pengetahuan dan keterampilan strategi itu bersifat fleksibel yang dapat digunakan dalam berbagai situasi.
Pernyataan-pernyataan perilaku yang melukiskan pengetahuan dan keterampilan strategis kognitif sekalipun strategi itu di dalam pelaksanaannya sering berubah-ubah. 
Pengetahuan dan keterampilan itu adalah sebagai berikut.
1.      Mengumpulkan dan mengadmisnistrasi semua informasi yang relevan.
2.      Mengenal dan merumuskan masalah.
3.      Menjabarkan alternatif solusi.
4.      Merencanakan taktik.
5.      Memantaukan kegiatan.
6.      Mengecek relevansi kegiatan dengan tujuan yang hendak dicapainya.
7.  Memperbaiki perencanaan dan strategi yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapainya.
8.      Mengevaluasi strategi dan kegiatan yang dilakukannya.
9.   Mentransfer pengetahuan teori ke dalam praktik .
1-  Mengkomunikasikannya dengan jelas.
Pernyataan perilaku seseorang yang memiliki keterampilan dalam bidang strategi kognitif  dikemukakan oleh Blagg yang dituangkannya ke dalam STSC meliputi : mengumpulkan dan mengorganisasi, mengenal dan merumuskan, menjabarkan, merencanakan, memantau dan mengecek, mengevaluasi, mentransfer dan  mengkomunikasikan.
Masalah pokok yang dihadapkan kepada guru adalah bagaimana mengembangkan fleksibilitas  siswa  dalam berfikir.             
Dua keterampilan di atas sangat berguna bagi pengembangan cara-cara berfikir pemecahan masalah yang lebih mendalam, sekalipun sangat sulit untuk mengajarkannya.

         C. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir, ada 3 pendekatan yang digunakan, yaitu :

1)    Mengajar untuk Berpikir
Upaya yang harus dilakukan guru dalam membina siswa pandai berpikir adalah menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Strategi mengajar lebih banyak ditampilkan keterampilan memecahkan masalah dari pada menyampaikan pengetahuan.
2)    Mengajar tentang Berpikir
Pengertiannya merujuk pada pengajaran tentang strategi keterampilan berpikir, melatih cara-cara bepikir kreatif dan kritis dalam menangani masalah yang sedang dihadapinya.
3)    Mengajar mengenai Berpikir
Pengertiannya berpusat pada upaya membina siswa sadar akan keterbatasan-keterbatasan dirinya dan proses-proses yang dilakukan oleh orang lain dalam berpikir, dalam situasi kehidupan nyata. Pendekatan ini disebut pengenalan medan yaitu melibatkan siswa dalam merefleksi informasi dan bagaimana mereka memecahkan masalah.

BAB  III
KESIMPULAN DAN SARAN

A.      Kesimpulan
Dari uraian diatas tugas utama Guru dalam mengelola pembelajaran  untuk mengasah ketrampilan siswa berpikir kreatif  mencakup peningkatan ketrampilan guru dalam merancang scenario mengelola kelas,merancang perencanaan pembelajaran melalui perumusan RPP, menerapkan rencana pembelajaran dalam kegiatan belajar siswa, menilai proses hasil belajar dan mengevaluasi pembelajaran.
 Dalam  bahasan ketrampilan berpikir dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.  Berpikir adalah suatu keterampilan yang berguna bagi manusia untuk meraih     pengetahuan  sebanyak-banyaknya.
2.Keterampilan berpikir dapat diajarkan di sekolah melalui cara-cara langsung dan sistematis, dapat diselenggarakan pada semua bidang studi di sekolah dan dapat pula diselenggarakan pada program tersendiri.
3. Pokok bahasan yang diutamakan pada pelajaran keterampilan berpikir adalah proses berpikir bukan produk berpikir.
4.Terlebih dulu siswa harus menggunakan keterampilan berpikir menurut cara-cara sendiri, kemudian berangsur-angsur menggunakan keterampilan berpikir yang diajarkan guru di sekolah.
5.  Guru harus mendesain pelajaran keterampilan berpikir yang tepat, dan berupaya menghilangkan cara-cara berpikir yang salah.
6. Guru harus menyesuaikan pelajaran keterampilan berpikir pada perbedaan individu dalam tingkat kecepatan dan kelambanannya.
 7.  Keterampilan berpikir harus diajarkan sepanjang tahun.
8.  Guru harus dapat menempatkan diri sebagai penentu keberhasilan berpikir

B. Saran
Dari karya tulis ini kami mengharapkan:
1. Pembaca mau membaca dan memahami materi yang disajikan.
2. Pembaca berkenan memberikan kritik yang membangun tentang hal-hal yang kurang tepat.
3 .Pembaca dapat menyempatkan waktunya untuk mendiskusikan materi Ini.

DAFTAR   PUSTAKA
  • Dahar Ranta Willis Prof.Dr.M.SC, 1989,teori-teori belajar. Jakarta : 
  • Beyer, B.K. 1985. Critical Thinking: What is It? Social Education, 45 (4)
  • Brookfield- 1987. Developing Critical Thinkers. San Fransisco: Jossey Bass Publiser
  • Dimyati. 1988. Landasan Keguruan Suatu Pengantar Pemikiran Keilmuan Tentang Kegiatan Guruan. Dirjen Guruan Tinggi. Depdiknas.
  • Dimyati. 1996. Guruan Keilmuan di Indonesia: Suatu, Dilema Pengajaran dan Penelitian. Jurnal Guruan Humaniora dan Sains­. September. 2(1&2)
  • Drost, 2000. Reformasi Pengajaran: Salah Asuhan Orang Tua, Jakarta. Gramedia Widisarana, Indonesia
  • Gie,The Liang. 2003. Teknik Berpikir Kreatif. Yogyakarta: Sabda Persada Yogyakarta.
  • Hossoubafi,Z. Develoving Creative and Critical Thinking Skills (terjemahan) . 2004. Bandung: Yayasan Nuansa Cendia
  • Kamdi, W. 2002. Mengajar Berdasarkan Model Dimensi Belajar. Gentengkali: Jurnal Guruan Dasar dan Menengah. 4 (5 dan 6): 29-35
  • Marzano. 1988. Dimensions of Thinking: A Framework for Curriculum and Instruction. Alexandria, Va: ASCD

14 komentar:

  1. As matter of fact thinking skill is an interesting subject in education worlds. Here in my country we try to "push" our students to explore their critical thinking and also creative thinking.
    How about in Indonesia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes sure here too, but maybe in different ways.

      Hapus
  2. Bagaimana caranya agar murid-murid memiliki ketrampilan berfikir seperti yang diharapkan oleh guru ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk menstimulan ketrampilan berfikir peserta didiknya. Diantaranya dengan menggunakan model-model pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk dapat berfikir kritis dan juga berfikir kreatif. Selain itu penguasaan kelas dan penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat memotivasi peserta didik untuk mengoptimalkan ketrampilan berfikirnya.

      Hapus
  3. Menarik juga ya . Merupakan sebuah tantangan bagi para guru untuk dapat menstimulan thinking skill pada peserta didik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali bu, karena dengan mengoptimalkan keterampilan berfikir pada peserta didik dapat membuat proses belajar dan mengajar di kelas menjadi "lebih hidup".
      Para pelajar dapat mengeksploitasi semua ide2 dan opini2 mereka, hal ini juga dapat melatih dan memotivasi para pelajar untuk berfikir kritis dan berfikir kreatif.

      Hapus
  4. To Rusliani Rose, saya rasa semua orang khususnya para peserta didik memiliki ketrampilan berpikir hanya saja mungkin presentasi penggunaannya yang berbeda-beda. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang benar bahwa semua peserta didik memiliki ketrampilan berfikir, namun dalam beberapa kasus penggunaannya belumlah optimal. Disinilah peran seorang guru sangat dibutuhkan. Bagaimana guru tersebut dapat memotivasi dan memfasilitasi para siswanya untuk dapat mengoptimalkan ketrampilan berfikir mereka yang selama ini masih tersembunyi.

      Hapus
  5. Apa ciri2 dari seorang anak yang memiliki keterampilan berfikir yang baik ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain dipengaruhi oleh faktor genitas, ketrampilan berfikir dapat dilihat dari peserta didik yang memiliki ciri2
      1. Memiliki kecakapan verbal yang baik.
      2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
      3. Tidak menyukai "aturan2" yang dianggapnya dapat mengkebiri kreativitasnya.
      4. Kritis terhadap suatu masalah
      5. Berorientasi sebagai problem solver, dll

      Hapus
    2. Assalamu'alaykum Kak
      Mau tanya, buku apa yang bagus saya jadikan referensi tentang keterampilan berpikir, yang dilengkapi dengan pengertiannya dan keterampilan berpikir siswa tingkat SMA?

      Hapus
  6. Thinking skill ??? Hmmm ... it's very interesting theme of education psichology.

    BalasHapus
  7. Yes you are right Mark. It's really interesting subject to discuss. :)

    BalasHapus
  8. Assalamu'alaykum Kak
    Mau tanya, buku apa yang bagus saya jadikan referensi tentang keterampilan berpikir, yang dilengkapi dengan pengertiannya dan keterampilan berpikir siswa tingkat SMA?

    BalasHapus