KETRAMPILAN BERPIKIR (THINKING SKILL)
ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR
Oleh
Evi Trisni Budi Utami
Evi Trisni Budi Utami
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur
patut kita panjatkan
kepada Tuhan Yang
Maha Esa oleh
karena bimbingan dan
petunjuk – Nyalah sehingga tulisan
ini dapat diselesaikan.
Karya tulis ini
dibuat sesuai dengan
kaidah-kaidah yang ada pada
penulisan ilmiah yang terdiri
dari Pendahuluan , Pembahasan, Kesimpulan dan Saran . Karya tulis ini
mengulas tentang keterampilan berfikir (Thinking
Skill) yang merupakan orientasi baru dalam Psikologi belajar.
Dalam membuat karya tulis ini , penulis
banyak mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak .Oleh
karena itu penulis
menyampaikan terima kasih
yang sebesar - besarnya
kepada semua pihak yang
telah membantu hingga terselesainya karya tulis ini. Harapan Kami , semoga tulisan ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.
Tak ada
gading yang tak
retak , begitupun
penyusunan makalah ini
masih sangat jauh
dari kesempurnaan oleh
karena itu saran
dan kritikan dari
semua pihak yang
sifatnya membangun sangat
penulis harapkan.
Dan sebagai
hamba Allah yang
lemah tentu penulis
berharap supaya segala
bantuan dari berbagai
pihak hanya Allah
SWT yang dapat
membalasnya dengan pahala
yang berlipat ganda . Amin.
Samarinda,
September
2012
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Sampul Judul
............................................................................................. i
Kata Pengantar
......................................................................................... ii
Daftar Isi
................................................................................................... iii
I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ......................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah .................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ..................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan ................................................................... 2
II. PEMBAHASAN
A. Pengertian
1.Pengertian
Ketrampilan dan Berpikir …………………….... 3
2.Ciri-Ciri
kemampuan berpikir ……………………………... 4
3.Faktor-faktor
yang mempengaruhi ........................................ 5
B. Jenis-jenis berpikir
1.Berpikir
Kreatif…………………………………………… 7
2.Berpikir
Kritis…………………………………………….. 8
C.
Pendekatan
Kemampuan Berpikir
1.Mengajar
untuk berpikir …………………………………... 11
2.Mengajar
tentang berpikir………………………………..... 11
3.Mengajar
mengenai berpikir …………………………….... 11
III. KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................. 12
B. Saran ......................................................................................... 13
Daftar Pustaka ...................................................................................... iv
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi
ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi
apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan.
Sejak dahulu dari generasi ke generasi, walaupun
berawal dari sesuatu yang sederhana, sesungguhnya pendidikan sudah ada. Pengetahuan, pemahaman dan pengalaman tentang
pendidikan senantiasa perlu dipersegar dan diperkaya, mengingat ilmu, konsep
tentang pendidikan adalah hasil pemikiran manusia yang bersifat dinamis,
berubah – ubah karena pengaruh situasi dan kondisi kehidupan umat manusia pada
umumnya.
Mengasah ketrampilan berpikir merupakan salah
satu kompetensi yang sangat penting dalam membangun pilar belajar yang bernilai
untuk membangun daya kompetensi bangsa dalam meningkatkan mutu produk
pendidikan.
Kemampuan
berpikir merupakan kecakapan mengolah pikiran untuk menghasilkan ide-ide baru
agar produk bangsa ini tidak kalah oleh produk bangsa lain.
B. Rumusan
Masalah
Dari permasalahan di atas, maka
permasalahan yang diangkat dalam karya tulis ini adalah
Apakah yang
dimaksud dengan ketrampilan berpikir (Thinking Skill) ?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah
ini adalah untuk memberi pemahaman kepada pembaca mengenai pengertian
ketrampilan berpikir/Thinking Skill serta hal – hal yang terkandung didalamnya.
D. Manfaat
Penulisan
1. Untuk
memudahkan pembaca dalam memahami konsep ketrampilan berpikir/Thinking Skill
dalam strategi pembelajaran.
2. Dapat
mendorong keinginan pembaca untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang
konsep ketrampilan berpikir.
3. Memperkaya
wawasan dan memantapkan kepercayaan diri pembaca karena pembaca akan memliki
pegangan yang kuat dalam melakukan berbagai strategi pembelajaran.
BAB II
KETRAMPILAN BERPIKIR (THINKING SKILL)
A.
Pengertian.
1.
Pengertian
Ketrampilan dan Pengertian berpikir
Pengertian keterampilan
menurut Anwar Jasmin (1996: 42) adalah kemampuan fisik dan mental yang secara
relatif mudah di praktekan secara terpisah. Keterampilan ialah kegiatan yang
berhubungan dengan urat-urat saraf dan otot yang lazimnya tampak dalam kegiatan
jasmaniah seperti menulis, mengetik, dan sebagainya.
Proses berpikir dikelompokkan menjadi 4 yaitu pemecahan
masalah, pengambilan keputusan, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Dalam
mengembangkan berpikir kreatif diperlukan latihan-latihan dan mempertimbangkan
kondisi khas peserta didik.
Berpikir kreatif menurut
Presseien (1985:45) adalah menggunakan proses berpikir dasar, untuk menemukan
novel, estetik, produk, ide yang membangun yang berhubungan dengan persepsi
seperti halnya konsep.
Menurut Susianna
(2003), perkembangan optimal dari kemampuan berpikir kreatif peserta didik
dalam lingkungan pembelajaran berhubungan erat dengan cara guru mengajar. Pola
pengajaran dan interaksi yang lebih memberi kepercayaan, penghargaan dan
dorongan terhadap kemampuan peserta didik untuk mencari pemecahan masalah dari
setiap kasus pengajaran yang dihadapi akan lebih membangkitkan keberanian untuk
mencoba, mengemukakan dan mengkaji gagasan atau cara-cara baru yang merupakan
benih terciptanya kemampuan kreativitas. Dalam hal ini peran utama pendidik
antara lain adalah mengembangkan sikap dan kemampuan peserta didik yang dapat
membantu untuk menghadapi persoalan-persoalan dimasa yang akan datang secara
kreatif dan inovatif.
2. Ciri-Ciri
Kemampuan Berpikir Kreatif
Menurut Munandar USC (1992:
88-92) terdapat ciri-ciri kemampuan berpikir kreatif diantaranya:
a..> Keterampilan Berpikir Lancar
- Definisi :
Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan.
- Perilaku siswa :
Lancar mengungkapkan gagasan-gagasanya.
b.> Keterampilan Berpikir Luwes
(Fleksibel)
- Definisi :
Menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi.
- Perilaku
Siswa : Menerapkan suatu konsep atau
asas dengan cara yang berbeda-beda.
c. > Keterampilan Berpikir
Orisinil
- Definisi : Mampu melahirkan
ungkapan yang baru dan unik
- Perilaku
Siswa: setelah mermbaca atau mendengar
gagasan-gagasan, bekerja untuk menemukan penyelesaian yang baru.
d.> Keterampilan Memperinci
(Mengelaborasi)
- Definisi :
Mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk.
-Perilaku
Siswa : menambahkan garis-garis, warna-warna, dan
detil-detil (bagian-bagian) terhadap gambarannya sendiri atau gambar orang
lain.
e. > Keterampilan Menilai
(mengevaluasi)
- Definisi :
Tidak hanya mencetuskan gagasan, tetapi juga melaksanakannya.
- Perilaku
Siswa : Memberi pertimbangan atas dasar sudut pandangannya
sendiri.
3. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Keterampilan Berpikir
Berpikir kreatif tumbuh
subur apabila didukung oleh faktor personal dan situasional diantaranya adalah:
a. Kemampuan
Kognitif
Ternasuk kemampuan diatas rata-rata dan fleksibilitas
kognitif, cara ini diperoleh dengan mengoptimalkan potensi otak.
b. Sikap
yang Terbuka
Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima
stimuli internal dan eksternal, saat sifat terbuka dimiliki maka banyak
informasi dan kesempatan yang dapat kita manfaatkan untuk menjadi kreatif.
c. Sifat
yang bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri
Orang kreatif tidak senang “digiring” ingin
menampilkan diri semampu dan semaunya (Nggermanto 2002: 73)
Keterampilan berpikir adalah keterampilan kognitif untuk
memunculkan dan mengembangkan gagasan baru, ide baru sebagai pengembangan dari
ide yang telah lahir sebelumnya dan keterampilan untuk memecahkan masalah
secara divergen (dari berbagai sudut pandang). Dalam penelitian ini
keterampilan berfikir yang diukur
mencakup empat aspek (William dalam Munandar, 1987: 88-91) yaitu: (1) fluency
(berpikir lancar), (2) flexibility (berpikir luwes), (3) originality
(orisinalitas berpikir), (4) elaboration (penguraian). Untuk
mengukur keterampilan berpikir kreatif ini digunakan tes uraian untuk
memperoleh data keterampilan berpikir kreatif sebelum dan sesudah pembelajaran.
Secara keseluruhan, aspek dan indikator keterampilan berpikir kreatif yang
diukur dalam penelitian ini ditunjukkan pada tabel berikut:
Aspek KBK
|
Indikator Keterampilan
Berpikir Kreatif Siswa
|
Fluency
|
a.aMenjawab dengan
sejumlah jawaban jika ada pertanyaan;
bb.Lancar mengungkapkan
gagasan-gagasannya;
cc Dapat dengan cepat melihat kesalahan dan kelemahan dari suatu objek atau situasi.
|
Flexibility
|
aa. Memberikan bermacam-macam
penafsiran terhadap suatu gambar, cerita, atau masalah;
b.Jika diberi suatu masalah biasanya
memikirkan bermacam cara yang berbeda untuk menyelesaikannya;
c. Menggolongkan
hal-hal menurut pembagian (kategori) yang berbeda.
|
Originality
|
Setelah membaca atau mendengar
gagasan-gagasan, bekerja untuk menyelesaikan yang baru
|
Elaboration
|
a.Mencari arti yang lebih mendalam terhadap
jawaban atau pemecahan masalah dengan melakukan langkah terperinci
b.Mengembangkan atau memperkaya
gagasan orang lain;
c. c. Mencoba/menguji
detail-detail untuk melihat arah yang
akan ditempuh.
|
Keterampilan berfikir diarahkan untuk memecahkan masalah, dapat dilukiskan
sebagai upaya mengeksplorasi model-model tugas pelajaran di sekolah agar
model-model itu menjadi lebih baik dan memuaskan. Terkadang model dapat
mendorong para pemikir untuk berpikir lebih jauh berdasarkan informasi
perseptual yang mantap yang diperoleh dari lingkungannya (Bruner, 1957),
dan mampu mengantisipasi hasil-hasilnya tanpa melalui perlakuan mencoba salah .
B.Jenis
Berpikir ada dua yaitu :
1)
Berpikir Kreatif
Adalah
kegiatan menciptakan model-model tertentu, dengan maksud untuk menambah agar
lebih kaya dan menciptakan yang baru.
Ciri-ciri berpikir kreatif, sebagai
berikut.
1. Sangat lancar dalam menjabarkan ide
umum ke dalam ide yang spesifik.
2. Sangat lentur (fleksibel) dalam
mengkaji ide dari berbagai sudut pandangan.
3. Terampil melakukan elaborasi,
menambah, dan memperkaya ide menjadi lebih menarik.
4. Bersifat original dalam menjabarkan
ide yang unik.
5. Menggunakan cara dalam memecahkan
masalah.
6. Suka mempertimbangkan banyak faktor.
7. Terjamin konsekwenannya.
8. Menggunakan kiasan (metapor) dalam
mencurahkan pikirannya, seperti dalam hal karang mengarang.
9. Suka membuat daftar atribut dari sebuah pernyataan melalui
gambar-gambar tertentu.
10.Suka membuat alat yang berfungsi
mngecek ide yang disampaikannya.
11. Suka mempertajam hubungan
pengetahuan satu dengan yang lainnya.
12.Suka mengambil resiko dari tanggung
jawab yang dipikulnya.
13.Bayangannya kuat, subur ide, dan
kaya konsep.
14.Sangat kuat dalam membandingkan
sesuatu terhadap yang lainnya.
15.Subur dalam meramalkan aktifitas.
16.Penggambarannya lengkap .
17.Jenis kata (morphologis) yang digunakannya tajam.
18. Mudah menurunkan
pertanyaan-pertanyaan.
19. Pertanyaan dan aktifitasnya bersifat
terbuka
2)
Berpikir Kritis
Adalah
kegiatan menganalisis ide atau gagasan ke arah yang lebih spesifik,
membedakannya secara tajam, memilih, mengidentifikasi, mengkaji dan
mengembangkannya ke arah yang lebih sempurna.
Ciri-ciri berpikir kritis adalah
sebagai berikut.
Mengenal secara rinci bagian-bagian
dari keseluruhan.
Pandai mendeteksi permasalahan.
Mampu membedakan ide yang relevan
dengan yang tidak relevan.
Mampu membedakan fakta dengan pendapat.
Mampu mengidentifikasi perbedaan-perbedaan .
Dapat membedakan argumentasi logis
dan tidak logis.
Mampu mengembangkan kriteria atau
standar penilaian data.
Suka mengumpulkan data untuk
pembuktian faktual.
Dapat membedakan di antara kritik
membangun dan merusak.
Mampu mengetes asumsi dengan cermat.
Mampu mengkaji idea yang
bertentangan dengan peristiwa dalam lingkungan.
Mampu mengidentifikasi
atribut-atribut manusia, tempat dan benda seperti dalam sifat, bentuk, wujud
dan lain-lain.
Mampu mendaftar segala akibat yang mungkin terjadi
atau alternatif pemecahan terhadap masalah, ide dan situasi.
Mampu membuat hubungan yang
berurutan antara satu masalah dengan masalah yang lainnya.
Mampu menarik kesimpulan dari data
yang telah ada dan terseleksi
Sanggup memberikan
pembuktian-pembuktian yang kondusif.
Keterampilan berpikir berpusat
pada dua jenis sumber berpikir, yaitu :
Sumber Kognitif
Mencakup
konsep, keterampilan, pengetahuan dan akal muslihat disamping
alat alat verbal yang dibutuhkan. Dalam buku Blagg (1988) Somerset Thinking Skills Course,
disingkat STSC, memuat contoh-contoh sumber kognitif berdasarkan konsep,
keterampilan, pengetahuan dan alat-alat verbal.
Strategi Kognitif
Masalah
yang dihadapi guru membina siswanya memiliki pengetahuan dan keterampilan
strategi adalah bagaimana membina pengetahuan dan keterampilan strategi itu
bersifat fleksibel yang dapat digunakan dalam berbagai situasi.
Pernyataan-pernyataan
perilaku yang melukiskan pengetahuan dan keterampilan strategis kognitif
sekalipun strategi itu di dalam pelaksanaannya sering berubah-ubah.
Pengetahuan dan keterampilan itu adalah
sebagai berikut.
1.
Mengumpulkan dan mengadmisnistrasi
semua informasi yang relevan.
2.
Mengenal dan merumuskan masalah.
3.
Menjabarkan alternatif solusi.
4.
Merencanakan taktik.
5.
Memantaukan kegiatan.
6.
Mengecek relevansi kegiatan dengan
tujuan yang hendak dicapainya.
7.
Memperbaiki perencanaan dan strategi
yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapainya.
8.
Mengevaluasi strategi dan kegiatan
yang dilakukannya.
9.
Mentransfer pengetahuan teori ke
dalam praktik .
1-
Mengkomunikasikannya dengan jelas.
Pernyataan
perilaku seseorang yang memiliki keterampilan dalam bidang strategi
kognitif dikemukakan oleh Blagg yang dituangkannya ke dalam STSC
meliputi : mengumpulkan dan mengorganisasi, mengenal dan merumuskan,
menjabarkan, merencanakan, memantau dan mengecek, mengevaluasi, mentransfer
dan mengkomunikasikan.
Masalah pokok yang dihadapkan kepada guru adalah bagaimana
mengembangkan fleksibilitas siswa dalam berfikir.
Dua keterampilan di atas sangat berguna bagi pengembangan
cara-cara berfikir pemecahan masalah yang lebih mendalam, sekalipun sangat
sulit untuk mengajarkannya.
C. Untuk
mengembangkan kemampuan berpikir, ada 3 pendekatan yang digunakan, yaitu :
1)
Mengajar untuk Berpikir
Upaya
yang harus dilakukan guru dalam membina siswa pandai berpikir adalah
menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif, baik di dalam kelas maupun di
luar kelas. Strategi mengajar lebih banyak ditampilkan keterampilan memecahkan
masalah dari pada menyampaikan pengetahuan.
2)
Mengajar tentang Berpikir
Pengertiannya
merujuk pada pengajaran tentang strategi keterampilan berpikir, melatih
cara-cara bepikir kreatif dan kritis dalam menangani masalah yang sedang
dihadapinya.
3)
Mengajar mengenai Berpikir
Pengertiannya
berpusat pada upaya membina siswa sadar akan keterbatasan-keterbatasan dirinya
dan proses-proses yang dilakukan oleh orang lain dalam berpikir, dalam situasi
kehidupan nyata. Pendekatan ini disebut pengenalan medan yaitu melibatkan siswa
dalam merefleksi informasi dan bagaimana mereka memecahkan masalah.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari uraian
diatas tugas utama Guru dalam mengelola pembelajaran untuk mengasah ketrampilan siswa berpikir
kreatif mencakup peningkatan ketrampilan
guru dalam merancang scenario mengelola kelas,merancang perencanaan
pembelajaran melalui perumusan RPP, menerapkan rencana pembelajaran dalam
kegiatan belajar siswa, menilai proses hasil belajar dan mengevaluasi
pembelajaran.
Dalam
bahasan ketrampilan berpikir dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berpikir adalah suatu keterampilan
yang berguna bagi manusia untuk meraih pengetahuan sebanyak-banyaknya.
2.Keterampilan berpikir dapat
diajarkan di sekolah melalui cara-cara langsung dan sistematis, dapat
diselenggarakan pada semua bidang studi di sekolah dan dapat pula
diselenggarakan pada program tersendiri.
3. Pokok bahasan yang diutamakan pada pelajaran keterampilan
berpikir adalah proses berpikir bukan produk berpikir.
4.Terlebih dulu siswa harus menggunakan keterampilan berpikir
menurut cara-cara sendiri, kemudian berangsur-angsur menggunakan keterampilan
berpikir yang diajarkan guru di sekolah.
5. Guru harus mendesain pelajaran keterampilan berpikir
yang tepat, dan berupaya menghilangkan cara-cara berpikir yang salah.
6. Guru harus menyesuaikan pelajaran
keterampilan berpikir pada perbedaan individu dalam tingkat kecepatan dan
kelambanannya.
7. Keterampilan berpikir harus
diajarkan sepanjang tahun.
8. Guru harus
dapat menempatkan diri sebagai penentu keberhasilan berpikir
B. Saran
Dari karya tulis ini kami mengharapkan:
1.
Pembaca mau membaca dan memahami materi yang disajikan.
2.
Pembaca berkenan memberikan kritik yang membangun tentang hal-hal yang kurang tepat.
3
.Pembaca dapat menyempatkan waktunya untuk mendiskusikan materi Ini.
DAFTAR PUSTAKA
- Dahar Ranta Willis Prof.Dr.M.SC, 1989,teori-teori belajar. Jakarta :
- Beyer, B.K. 1985. Critical Thinking: What is It? Social Education, 45 (4)
- Brookfield- 1987. Developing Critical Thinkers. San Fransisco: Jossey Bass Publiser
- Dimyati. 1988. Landasan Keguruan Suatu Pengantar Pemikiran Keilmuan Tentang Kegiatan Guruan. Dirjen Guruan Tinggi. Depdiknas.
- Dimyati. 1996. Guruan Keilmuan di Indonesia: Suatu, Dilema Pengajaran dan Penelitian. Jurnal Guruan Humaniora dan Sains. September. 2(1&2)
- Drost, 2000. Reformasi Pengajaran: Salah Asuhan Orang Tua, Jakarta. Gramedia Widisarana, Indonesia
- Gie,The Liang. 2003. Teknik Berpikir Kreatif. Yogyakarta: Sabda Persada Yogyakarta.
- Hossoubafi,Z. Develoving Creative and Critical Thinking Skills (terjemahan) . 2004. Bandung: Yayasan Nuansa Cendia
- Kamdi, W. 2002. Mengajar Berdasarkan Model Dimensi Belajar. Gentengkali: Jurnal Guruan Dasar dan Menengah. 4 (5 dan 6): 29-35
- Marzano. 1988. Dimensions of Thinking: A Framework for Curriculum and Instruction. Alexandria, Va: ASCD

As matter of fact thinking skill is an interesting subject in education worlds. Here in my country we try to "push" our students to explore their critical thinking and also creative thinking.
BalasHapusHow about in Indonesia ?
Yes sure here too, but maybe in different ways.
HapusBagaimana caranya agar murid-murid memiliki ketrampilan berfikir seperti yang diharapkan oleh guru ?
BalasHapusAda banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk menstimulan ketrampilan berfikir peserta didiknya. Diantaranya dengan menggunakan model-model pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk dapat berfikir kritis dan juga berfikir kreatif. Selain itu penguasaan kelas dan penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat memotivasi peserta didik untuk mengoptimalkan ketrampilan berfikirnya.
HapusMenarik juga ya . Merupakan sebuah tantangan bagi para guru untuk dapat menstimulan thinking skill pada peserta didik.
BalasHapusBenar sekali bu, karena dengan mengoptimalkan keterampilan berfikir pada peserta didik dapat membuat proses belajar dan mengajar di kelas menjadi "lebih hidup".
HapusPara pelajar dapat mengeksploitasi semua ide2 dan opini2 mereka, hal ini juga dapat melatih dan memotivasi para pelajar untuk berfikir kritis dan berfikir kreatif.
To Rusliani Rose, saya rasa semua orang khususnya para peserta didik memiliki ketrampilan berpikir hanya saja mungkin presentasi penggunaannya yang berbeda-beda. :)
BalasHapusMemang benar bahwa semua peserta didik memiliki ketrampilan berfikir, namun dalam beberapa kasus penggunaannya belumlah optimal. Disinilah peran seorang guru sangat dibutuhkan. Bagaimana guru tersebut dapat memotivasi dan memfasilitasi para siswanya untuk dapat mengoptimalkan ketrampilan berfikir mereka yang selama ini masih tersembunyi.
HapusApa ciri2 dari seorang anak yang memiliki keterampilan berfikir yang baik ?
BalasHapusSelain dipengaruhi oleh faktor genitas, ketrampilan berfikir dapat dilihat dari peserta didik yang memiliki ciri2
Hapus1. Memiliki kecakapan verbal yang baik.
2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
3. Tidak menyukai "aturan2" yang dianggapnya dapat mengkebiri kreativitasnya.
4. Kritis terhadap suatu masalah
5. Berorientasi sebagai problem solver, dll
Assalamu'alaykum Kak
HapusMau tanya, buku apa yang bagus saya jadikan referensi tentang keterampilan berpikir, yang dilengkapi dengan pengertiannya dan keterampilan berpikir siswa tingkat SMA?
Thinking skill ??? Hmmm ... it's very interesting theme of education psichology.
BalasHapusYes you are right Mark. It's really interesting subject to discuss. :)
BalasHapusAssalamu'alaykum Kak
BalasHapusMau tanya, buku apa yang bagus saya jadikan referensi tentang keterampilan berpikir, yang dilengkapi dengan pengertiannya dan keterampilan berpikir siswa tingkat SMA?